PENGERTIAN SYARIAH

SYARIAH ISLAM

Pengertian syariah menurut para ahli adalah Hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya, baik hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw mulai dari perkataan, tindakan hingga penetapan.

Pengertian syariah

Kata syariat berasal dari kata syar’a al-syai’u yang mempunyai arti menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Juga berasal dari kata syir’ah dan syariah yang berarti suatu tempat yang dijadikan sarana untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang mengambilnya tidak memerlukan bantuan alat lain.

Tujuan Syariat Islam

Memelihara kemaslahatan agama (Hifzh al-din)
Agama Islam harus dilindungi dari ancaman orang-orang yang tidak bertanggung-jawab yang bertujuan merusak aqidah, ibadah dan akhlak umat.

Syariat dalam istilah syar’i merupakan hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya, baik hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah Saw dari perkataan, tindakan hingga penetapan. Syariat dalam penjelasan Qardhawi ialah hukum-hukum Allah yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah serta dalil-dalil yang berkaitan dengan keduanya seperti ijma’ dan qiyas.

Memelihara keturunan dan kehormatan (Hifzh al-nashli)
Islam secara jelas mengatur pernikahan, dan mengharamkan zina. Didalam Syariat Islam telah jelas ditentukan siapa saja yang boleh dinikahi, dan siapa saja yang tidak boleh dinikahi.

Memelihara harta benda (Hifzh al-mal)

Dengan diterapkan Syariat Islam, maka para pemilik harta benda akan merasa lebih aman, karena dalam Islam mengenal hukuman Had, yaitu potong tangan dan/atau kaki kepada pencuri.

Sebagai sebuah peraturan, hukum Islam tidak boleh dan tidak akan bisa disamakan dengan sistem hukum yang lain yang secara umum berasal dari kebiasaan masyarakat dan hasil pemikiran manusia dan budaya manusia pada suatu waktu di sebuah masa.

Jauh berbeda dengan sistem hukum yang lain, hukum Islam bukan hanya merupakan hasil pemikiran yang dipengaruhi oleh kebudayaan manusia di sebuah tempat namun dasarnya ditetapkan oleh Allah melalui wahyu-Nya yang kini terdapat dalam Al-Quran yang dijelaskan oleh nabi Muhammad sebagai rasul –Nya melalui sunnah beliau yang kini berada dalam kitab-kitab hadits.

Syari`ah itu sendiri secara bahasa (etimologi) mempunyai beberapa pengertian. Dalam kitabnya -Lisân al`Arabi- Ibn al-Mansyur mengumpulkan beberapa pengertian syari`ah, diantaranya adalah masyra`ah al-mâ (simber air).

Mereka menyebut sumber air dengan ungkapan syari`ah jika airnya sangat berlimpah dan tidak habis-habis (kering).
Menurut al-Jurjani, syari`ah bisa juga diartikan dengan madzhab dan tharîqah mustaqîmah (jalan yang lurus). Dalam kitabnya Mukhtâr ash-Shahih, ar-Razi mendefinisikannya dengan nahaja (menempuh), awdhaha (menjelaskan) dan bayyan al-masâlik (menunjukan jalan).

Jadi secara bahasa kata syari’ah mempunyai banyak pengertian, namun yang dikehendaki dari syari`ah dalam hal ini adalah pengertian secara istilah.

 

*diambil dari berbagai sumber