[wpts_spin] Makna Syariah Islam [/wpts_spin]

[wpts_spin] Defenisi Syariah [/wpts_spin]

[wpts_spin] Makna {berarti | adalah | ialah | yaitu | merupakan} {aturan | ketetapan} yang Allah perintahkan kepada hamba-hamba-Nya, seperti: puasa, shalat, haji, zakat dan seluruh kebajikan.
Kata Syariat berasal dari kata syar’a al-syai’u yang {berarti | artinya} menerangkan atau menjelaskan sesuatu. Atau berasal dari kata syir’ah dan syariah yang {berarti | artinya} suatu tempat yang dijadikan {alat | sarana} untuk mengambil air secara langsung sehingga orang yang mengambilnya tidak memerlukan bantuan alat lain. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Syariat dalam Makna istilah Syariah Islam hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya, baik hukum-hukum dalam Al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw dari perkataan, perbuatan dan penetapan.
Syariah Islam dalam penjelasan Qardhawi {ialah | adalah} hukum-hukum Allah yang ditetapkan berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an dan sunnah serta dalil-dalil yang berkaitan dengan keduanya seperti ijma’ dan qiyas. [/wpts_spin]

[wpts_spin] Syariah Islam dalam istilah adalah apa-apa yang disyariatkan Allah kepada hamba-hamba-Nya dari keyakinan (aqidah), ibadah, akhlak, muamalah, sistem kehidupan dengan dimensi yang berbeda-beda untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat. [/wpts_spin]

[wpts_spin]{Menurut | Secara} etimologi Syariah Islam {berarti | adalah | ialah | yaitu | merupakan} hukum atau ketetapan yang perintahkan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya, seperti : puasa ramadhan , shalat {lima | 5} waktu , haji {jika | bila} mampu , membayar zakat dan berbagai {kebaikan | kebajikan} lain. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Demikian juga istilah “hukum Islam” sering diidentikkan dengan kata norma Islam dan ajaran Islam.
Dengan demikian, padanan kata ini dalam bahasa Arab barangkali adalah kata “al-syari’ah”. [/wpts_spin]

[wpts_spin]{Tetapi | Namun}, ada juga yang mengartikan kata hukum Islam dengan norma yang berkaitan dengan tingkah laku, yang padanannya barangkali adalah “al-fiqh”. [/wpts_spin]

[wpts_spin] {Pengertian | Penjabaran | arti} lebih luas dapat {diterangkan | dijelaskan} sebagai berikut: bahwa kalau diidentikkan dengan kata “al-syari’ah”, hukum Islam secara umum {bisa | dapat} diartikan dalam {pengertian | arti} luas dan dalam {pengertian | arti} sempit. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Syari’ah Dalam {pengertian | arti} Luas
Dalam {pengertian | arti} luas “al-syari’ah” berarti {semua | seluruh} ajaran Islam yang berupa {nilai – nilai | norma-norma} ilahiyah, baik yang mengatur tingkah laku batin (sistem kepercayaan/doktrinal) {juga | ataupun | maupun} tingkah laku konkrit (legal-formal) yang individual dan kolektif. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Dalam {Pengertian | Penjabaran | arti} ini, al-syariah identik dengan din, yang {artinya | berarti} meliputi {semua | seluruh} cabang {ilmu | pengetahuan} keagamaan Islam, seperti kalam, tasawuf, tafsir, hadis, fikih, usul fikih, dan seterusnya. (Akidah, Akhlak dan Fikih). [/wpts_spin]

[wpts_spin]Syari’ah Dalam {pengertian | arti} Sempit
Dalam {pengertian | arti} sempit al-syari’ah berarti {nilai- nilai | norma-norma} yang mengatur sistem tingkah laku individual maupun tingkah laku kolektif.
Berdasarkan {Pengertian | Penjabaran | arti} ini, al-syari’ah dibatasi hanya meliputi ilmu fikih dan usul fikih. Syari’ah dalam arti sempit (fikih) itu sendiri dapat dibagi menjadi empat bidang:
1. Ibadah
2. Mu’amalah
3. ‘Uqubah dan lainnya.. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Perbedaan Syari’ah dan Fikih

Abu Ameenah menambahkan tiga perbedaan lain antara syari’ah dan fiqh, yaitu:
{Satu | 1. | Pertama} :
Syari’ah {berarti | adalah | ialah | yaitu | merupakan} hukum yang diwahyukan Allah yang {terkandung |terdapat} dalam al-Qur’an dan sunah, sementara fiqh adalah hukum yang disimpulkan dari syari’ah yang merespon {kondisi – Kondisi |situasi-situasi} tertentu yang tidak secara langsung dibahas dalam hukum syari’ah. [/wpts_spin]

[wpts_spin]{Dua | 2. | Kedua} :
Syari’ah {ialah | adalah | yaitu} pasti dan tidak berubah, sementara fiqh berubah sesuai dengan situasi dan kondisi dimana diterapkan. [/wpts_spin]

[wpts_spin] {Tiga | 3. | Ketiga} :
Hukum syari’ah sebagian besar {sipatnya | bersifat} umum;
Meletakkan prinsip-prinsip dasar, sebaliknya hukum fiqh cenderung spesifik; menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip dasar syari’ah bisa {diterapkan |diaplikasikan} sesuai dengan {keadaan | situasi}.
{Tetapi | Akan tetapi}, {meskipun | walaupun} {sebenarnya | sesungguhnya} {arti | makna} syari’ah dan fiqh {mempunyai | memiliki} perbedaan, namun kemudian {diartikan | diterjemahkan} secara longgar sebagai ‘hukum Islam’. [/wpts_spin]

[wpts_spin]{Arti | Pengertian} Syariah menurut para ahli adalah Hukum-hukum Allah yang disyariatkan kepada hamba-hamba-Nya, baik hukum-hukum yang ada dalam Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw mulai dari {ucapan | perkataan}, {perbuatan | tindakan} hingga penetapan. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Hukum Islam ini juga berarti adalah {semua | seluruh} {ketentuan-ketentuan | aturan-aturan} perintah Allah yang wajib {dipatuhi | diturut} dan ditaati oleh seorang yang {islam | beragama islam}. Syariah ini mengatur berbagai hal, untuk bidang ekonomi di Indonesia {telah | sudah} mulai {menggunakan |menerapkan} Ekonomi Syariah yang ditandai dengan dimulainya ada {Bank | Perbankan} Syariah. [/wpts_spin]

[wpts_spin]Sumber : google dan berbagai sumber

www.rumahkprmurah.com[/wpts_spin]

Kategori: BLOG